Butuh Jagung? Datanglah ke Sumsel
Selasa, 4 Agustus 2009 | 08:18 WIB
PALEMBANG, KOMPAS.com — Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatra Selatan Qulyubi Nawawi mengatakan, produksi jagung di daerah tersebut mencapai 100.000 ton per tahun. Padahal, kebutuhan jagung di daerah tersebut hanya sekitar 20.000 ton per tahun, katanya, di Palembang, Selasa.
Menurut dia, jagung di daerah itu hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dan sedikit untuk konsumsi langsung. Sehingga dari 100.000 ton produksi jagung Sumsel tersebut sebagian besar dijual ke daerah lain, terutama Pulau Jawa dan provinsi tetangga, tambahnya.
Ia mengatakan, Kabupaten Muaraenim dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menjadi sentra produksi salah satu jenis palawija tersebut. Panen jagung masih dilakukan dua kali dalam setahun, musim tanamnya memanfaatkan waktu jeda tanam padi, katanya.
Dia menjelaskan, kebutuhan jagung Sumsel tersebut masih didominasi untuk memenuhi pakan ternak yang jumlahnya mencapai lebih dari 15.000 ton per tahun. Biasanya petani menjual langsung ke pembeli yang datang ke ladang mereka belum dikordinasikan oleh koperasi, ujarnya.
Untuk kebutuhan lain cenderung masih sangat minim karena biasanya permintaan jagung untuk dikonsumsi terjadi peningkatan akhir tahun hanya mengisi pergantian malam tahun baru. “Khusus kebutuhan rutin per hari hanya ratusan kilogram saja guna memenuhi kebutuhan penjual jagung bakar di daerah tersebut,” tambahnya.

Komentar Terakhir