HB101 – Vitamin Tanaman Luar Biasa!!!!

•Juli 29, 2009 • Komentar Dimatikan

Testi2

APAKAH HB-101 ?

hb101-keistimewaan

HB-101 plant vitalizer from JapanHB-101 adalah satu solusi unik berbahan alami (organik) yang dapat merangsang tumbuhan agar tumbuh kuat, sehat dan berwarna warni segar. HB -101 membuat kondisi tanaman optimal dengan mengendalikan energi sinar matahari.

HB – 101 aman dipergunakan di semua jenis lingkungan dan semua material hidup. HB – 101 secara berkesinambungan menyediakan manfaat luar biasa bagi profesional dan pencinta tanaman.

Tanaman atau hasil perkebunan anda akan lebih baik dengan menggunakan HB-101.

hb101banner02

HB-101 Cocok untuk Semua Jenis Tanaman.

HB-101 cocok dipakai untuk rambutan, anggur, strawberry, padi, program go green, kelapa sawit, jarak, Ubi-ubian, Sayuran yang berakar, Tulip, Lily, bunga, kentang, wortel, Kacang Kedelai, kacang-kacangan, Bonsai, daun teh, hydroponic, pohon buah, tanaman pot, rumput, buah-buahan, sayur mayur, Orchid (Anggrek).

Mr. Ishitaro Tatsunami, Japan - Rice 1Mr. Ishitaro Tatsunami, Japan

Keistimewaan BH-101 :

  • 100% organik & alami
  • Bebas bahan beracun
  • Mudah digunakan
  • Baik untuk semua tanaman
  • Konsentrasi jangka panjang
  • Mengurangi pemakaian pupuk
  • Meningkatkan hasil produksi tanaman

HB-101 dipakai di seluruh dunia.

Lebih dari 30 tahun, HB-101 telah menjadi produk pokok untuk ladang organik di Jepang dan kini telah digunakan oleh lebih dari 20% pertanian komersial dan jutaan pemakai di seluruh dunia.

HB-101 telah disahkan oleh Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Pesan HB-101 sekarang, On line.

Gunakan HB-101 produk yang hebat ini dan lihat perbaikan dalam kualitas, kuantitas dan tingkat stress pada tanaman anda. HB-101 tanpa kimia, hormon dan zat beracun lainnya.

hb101_12ml

HB-101 6 ml

Order now

Minimum order : 2 pcs (exclude Shipping cost by Pandu Siwi)



Kulit Durian Jadi Pupuk dan Bahan Bakar

•Februari 4, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kamis, 4 Februari 2010 | 09:31 WIB

CIAMIS, KOMPAS.com — Para pedagang durian di pinggir Jalan Raya Ciamis, Jawa Barat, memanfaatkan kulit buah itu sebagai bahan baku pupuk kompos dan bahan bakar perapian untuk memasak.

H Ahmad (60), pedagang durian di jalur lingkar selatan Desa Benteng, Kecamatan Ciamis, saat ditemui di tempatnya berjualan, Kamis (4/2/2010), mengatakan, sebagian pedagang durian di Ciamis tidak membuang kulit buah dagangan mereka.

“Kulitnya diambil dan ditumpukkan karena sangat bermanfaat untuk dijadikan pupuk atau bisa jadi bahan bakar seperti kayu,” katanya. Menurut dia, untuk membuat buah itu menjadi pupuk, sampah sisa jualan itu ditumpuk di bawah pohon hingga membusuk.

Kulit durian yang membusuk itu kemudian langsung menjadi pupuk yang menyuburkan pepohonan. “Itu selalu kami lakukan sejak dari dulu. Alhamdulillah pohon yang dipupuki kulit durian busuk jadi subur,” katanya.

Selain itu, kulit durian yang dimanfaatkan sebagai kayu bakar sebelumnya dijemur di terik matahari hingga kering.

Butuh Jagung? Datanglah ke Sumsel

•Agustus 6, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Selasa, 4 Agustus 2009 | 08:18 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatra Selatan Qulyubi Nawawi mengatakan, produksi jagung di daerah tersebut mencapai 100.000 ton per tahun. Padahal, kebutuhan jagung di daerah tersebut hanya sekitar 20.000 ton per tahun, katanya, di Palembang, Selasa.

Menurut dia, jagung di daerah itu hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dan sedikit untuk konsumsi langsung. Sehingga dari 100.000 ton produksi jagung Sumsel tersebut sebagian besar dijual ke daerah lain, terutama Pulau Jawa dan provinsi tetangga, tambahnya.

Ia mengatakan, Kabupaten Muaraenim dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menjadi sentra produksi salah satu jenis palawija tersebut. Panen jagung masih dilakukan dua kali dalam setahun, musim tanamnya memanfaatkan waktu jeda tanam padi, katanya.

Dia menjelaskan, kebutuhan jagung Sumsel tersebut masih didominasi untuk memenuhi pakan ternak yang jumlahnya mencapai lebih dari 15.000 ton per tahun. Biasanya petani menjual langsung ke pembeli yang datang ke ladang mereka belum dikordinasikan oleh koperasi, ujarnya.

Untuk kebutuhan lain cenderung masih sangat minim karena biasanya permintaan jagung untuk dikonsumsi terjadi peningkatan akhir tahun hanya mengisi pergantian malam tahun baru. “Khusus kebutuhan rutin per hari hanya ratusan kilogram saja guna memenuhi kebutuhan penjual jagung bakar di daerah tersebut,” tambahnya.

75 Persen Lahan Pertanian Terancam Kekeringan

•Agustus 5, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

By Republika Newsroom
Senin, 03 Agustus 2009 pukul 20:31:00

BOGOR – Direktur Pengelolaan Lahan Departemen Pertanian (Deptan), Suhartanto, menegaskan, sebagian besar lahan pertanian di Indonesia terancam mengalami kekeringan. Sebanyak 144 juta hektar dari 190 juta hektar lahan mengalami ketergantungan pada tadah hujan (non-irigasi).

“Sekitar 75 persen (144 juta hektar dari 190 juta hektar lahan) pertanian kita terancam kekeringan. Ini terjadi akibat ketergantungan terhadap hujan,” ujar Suhartanto di Bogor, Senin. “Lahan non-irigasi ini harus dikelola dengan baik agar tetap produktif sebagai areal pertanian dan tidak mengalami alih fungsi,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Suhartanto, kekeringan pada areal pertanian non-irigasi sudah berada pada ambang membahayakan. Harus ada langkah darurat yang ditempuh pemerintah agar masalah ini dapat segera diatasi.

“Bila ancaman kekeringan ini kurang kita perhatikan, tidak menutup kemungkinan akan berubah menjadi lahan tandus seperti gurun di Afrika,” kata Suhartanto. Di beberapa kabupaten, menurut dia, gejala itu sudah tampak. “Hal ini perlu direspons oleh semua pihak,”

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak melakukan proteksi terhadap lahan pertanian. Proteksi lahan pertanian apalagi yang telah mengalami kekeringan harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan semua pemangku kepentingan terkait.

Sebagai wujud langkah kongkret, Deptan dalam melakukan proteksi lahan kering, saat ini sedang digodok, rancangan undang-undang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. “RUU ini kami harapkan dapat menyelematakan lahan pertanian kita dari ancaman kekeringan maupun alih fungsi.” (ant/itz)

Yuk, Bikin Taman Kering!

•Agustus 5, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jumat, 31 Juli 2009 | 20:17 WIB
093908p

KOMPAS.com – Ingin rumah tampil lebih segar dan hijau? Yuk, desain sendiri taman kering di salah satu sudut rumah!

Taman kering menjadi salah satu alternatif lain untuk membuat rumah tampil lebih segar. Secara umum, taman kering sama saja dengan taman biasa. “Bedanya cuma unsur air yang kurang, jenis tanaman, dan faktor kecukupan cahaya,” kata Andie dari x-oticgarden, Bandung (www.x-oticgarden.com).

Langkah pertama untuk membuat taman kering adalah menentukan konsep. Sebaiknya lakukan survei terlebih dulu, kira-kira atmosfer apa yang terdapat pada obyek ruang di mana taman kering akan dibuat.

Setelah ditemukan atmosfernya, bisa langsung menentukan karakter seperti apa yang akan dituangkan dalam mendesain taman kering. “Langkah ini perlu dilakukan agar karakter rumah secara keseluruhan jadi lebih kuat dengan kehadiran taman kering, bukannya malah mengacaukan konsep rumah secara keseluruhan,” lanjut Andie.

Sebagai contoh, rumah bergaya minimalis atau futuristik. Taman kering seharusnya bisa lebih memperkuat gaya minimalis atau futuristik rumah dengan karakter khusus.

Jadi, harus ada benang merahnya. Sementara lokasi dan luas taman kering tidak menjadi persoalan. Yang penting pemilihan jenis tanaman dan komponen lainnya.

Tanaman Hias Tahan Air medium
Untuk jenis tanaman, sebaiknya pilih tanaman yang punya daya tahan cukup kuat. Pasalnya, taman kering kebanyakan berada di dalam rumah, sehingga minim cahaya.

Tanaman hias patah tulang atau pandan bali bisa dipilih sebagai tanaman utamanya. Sementara tanaman kecilnya bisa memilih jenis Sansiviera atau Bromelia.

Untuk komponen tambahan, bisa menggunakan batu koral tabur, batu koral sikat, atau batu alam. Bisa juga diberi kolam batu. Jika konsep yang dipilih adalah gaya natural, maka material kayu bisa menjadi pilihan. “Yang tak kalah penting adalah lighting. Penempatannya harus tepat, karena sangat menentukan penampilan taman kering,” kata Andie.

Lalu, bagaimana dengan media tanam? Secara umum media tanam yang digunakan untuk taman kering sama saja dengan taman biasa, yakni menggunakan tanah subur.

“Nggak ada perlakuan khusus, kok. Soal ketebalan media tanam juga tidak jadi persoalan, berbeda dengan membuat taman di atas dak, misalnya,” lanjut Andie.

Yang perlu diperhatikan adalah soal maintenance tanaman pengisi taman kering. Biasanya beberapa jenis tanaman untuk taman kering adalah jenis yang tahan air. “Jadi, harus dijaga jangan sampai busuk. Kurangnya cahaya akan membuat penguapan otomatis berkurang.”

Kuncinya, jangan salah memilih jenis tanaman. Kamboja, misalnya, kurang tepat. Sebab, rata-rata kamboja tak akan berbunga akibat kurangnya cahaya. (NOVA/Hasto Prianggoro)

Gampangya Merawat Bambu Hoki

•Agustus 5, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Rabu, 29 Juli 2009 | 23:28 WIB
2320068p

KOMPAS.com – Bagi sebagian besar pecinta tanaman, Bambu Jepang atau bambu hoki (Lucky Bamboo) tentu tak asing lagi. Selain enak dilihat, tanaman berasal dari Cina ini juga dipercaya akan membawa peruntungan bila diperoleh sebagai hadiah dari seseorang.

Baik di Cina atau Jepang, selain memberi kenyamanan, tanaman ini dipercaya memiliki energi “tersendiri”. Berfungsi sebagai penyaring udara yang baik, Bambu Hoki atau Bambu Jepang ini bisa mendatangkan chi atau energi positif

Buat Anda yang belum memilikinya, memilih bambu hoki sebagai salah satu koleksi patut dipertimbangkan karena tanaman ini dikenal reputasinya sebagai tanaman “tahan banting”. Tangkainya yang tangguh bisa bertahan hidup dalam vas berisi air murni atau ditanam di tanah, dengan berbagai macam kondisi pencahayaan. Bahkan dalam kondisi cahaya yang buruk pun bambu hoki mampu bertahan dalam waktu lama sebelum akhirnya mati.

Secara teknis, bambu hoki sebenarnya bukanlah tanaman bambu melainkan sejenis species bernama Dracaena sanderiana. Meski kebanyakan hidup secara hidroponik (dalam air), bambu hoki dapat ditanam di pot atau tanah biasa. Satu hal yang patut diwaspadai : daun bambu hoki mengandung racun walau kadarnya ringan. Oleh sebab itu, tanaman ini harus terlindungi untuk menghindari kemungkinan terjamah hewan piaraan atau pun anak Anda.

Merawat Bambu Hoki :
Pencahayaan : Bambu hoki lebih senang hidup dalam kondisi cahaya terang dengan sinar matahari yang tersaring. Hindari sinar matahari langsung karena akan membuat daun bambu mengering. Bambu hoki akan lebih toleran dengan kondisi sedikit cahaya ketimbang terlalu banyak sinar matahari.

Pengairan : Bambu hoki sebenarnya dapat tumbuh baik pada sebuah vas atau gelas sederhana yang diisi batu-batu kecil ditambahkan air setinggi sekira satu inch. Namun begitu, mereka sangat sensitif terhadap klorin dan zat kimia lain yang sering ditemukan dalam air keran. Tuangkan ke dalam vas sekira satu botol air murni atau air keran yang telah diendapkan selama 24 jam sebelumnya untuk menghindari kandungan klorin. Ciri-ciri bambu hoki yang sehat akarnya berwarna merah, oleh sebab itu jangan heran bila Anda melihat akar-akar kemerahan pada gelas atau vas Anda. Untuk kesehatan bambu, gantilah air dalam vas Anda secara rutin seminggu sekali.

Temperatur : Bambu hoki menyukai kondisi hangat dengan temperatur antara 18,3ºC hingga 32,2ºC. Jangan tempatkan tanaman di depan pendingin udara atau ventilasi pemanas.

Media Tanam: Selain di dalam air, bambu hoki dapat tumbuh di tempat yang selalu dialiri air, atau media tanam dalam pot. Jagalah selalu kelembaban tanah dalam pot, tetapi jangan sampai terendam.

Penyubur : Bambu yang ditanam dalam air hanya perlu diberi makanan setiap dua bulan sekali atau lebih menggunakan pupuk cair. Kini Anda juga dapat menggunakan pupuk cair bambu hoki yang tersedia di toko tanaman .

AC

Ini Dia Tanaman “Tahan Banting”

•Agustus 5, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Selasa, 4 Agustus 2009 | 16:31 WIB
060509p

KOMPAS.com – Inilah enam jenis tanaman yang dapat Anda pilih untuk mengawali hobi memelihara atau mengoleksi tanaman di rumah. Jenis tanaman ini kerap direkomendasikan karena mudah tumbuh dan dapat bertahan dalam kondisi pengairan yang tak pasti, pencahayaan yang kurang serta temperatur yang fluktuatif. Tanaman ini akan tumbuh subur di pekarangan, kantor dan bahkan terkadang di ruang yang sempit.

1. Sirih gading (Epipremnum pinnatum ‘aureum’)
Sirih gading dikenal dengan nama lolo munding/tali (Sunda), jalu mampang, sulang (Jawa) dan samblung (Bali) adalah tanaman merambat besar dengan batangnya yang bulat liats eperti terna, berbulu, bagian pangkalnya sebesar lengan anak mempunyai akar-akar gantung yang panjang meliliti pohon. Tanaman ini disebut devil’s ivy atau photos, ditemukan di Asia Tenggara hingga Australia.

Bentuk daunnya seperti daun sirih menyerupai jantung hati. Warna daunnya unik, bercampur kuning membentuk motif seperti marmer. Sirih Gading tak perlu perawatan khusus. Tanah gembur dicampur pupuk kandang adalah media tanam yang cocok, Tanaman ini juga bisa hidup dengan akar yang tumbuh subur di media air.

Tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman pot gantugn karena batangnya yang langsing penuh daun. Bila ditanam di tanah batangnya cenderung tumbuh membesar demikian pula daun-daunnya.

2. Lili Paris (Chlorophytum)
Lili paris atau Chlorophytum termasuk tanaman hias yang populer karena relatif cepat tumbuh dengan daunnya yang menarik. Bunganya berwarna putih, bila tanaman sudah cukup dewasa akan tumbuh anakan-anakan kecil pada ujung-ujung batang di sekeliling tanaman.

Bila tanaman digunakan sebagai tanaman gantung kondisi ini akan membuat bentuk yang menarik. Anakan ini juga berfungsi sebagai alat perbanyakan. Tanaman ini cukup mudah beradaptasi dengan lingkungannya, bisa tumbuh di tempat yang panas, sejuk, terkena sinar matahari langsung ataupun tempat yang terlindung.

3. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)
Tanaman satu ini memang terbilang bandel. Mereka suka akan banyak cahaya, tetapi juga bisa mengatasi kondisi minim cahaya. Tanaman ini juga dapat bertahan hidup pada kisaran suhu 4 derajat Celcis hingga 37 derajat C, tapi akan tumbuh sehat dan bagus jika mendapatkan suhu pada siang hari antara 20 derajat Celcius hingga 23 derajat Celcius dan antara 15 derajat C hingga 18 derajat Celcius pada malam hari.

Media tumbuh bagi Sansevieria hanya berupa campuran dari tanah atau pasir, kompos, sekam bakar, atau bisa ditambah kapur sebagai penjaga kestabilan pH tanah. Jika tanaman ini ditempatkan di pot, sebaiknya dasar pot diberi pecahan genting supaya sirkulasi air bagus.

4. Beragam spesies Dracaena
Dracaena banyak ragamnya dan cukup beken sebagai tanaman lanskap, tanaman pot bahkan tanaman indoor. Beberapa nama yang populer adalah Pardon Bali (D. draco), song of India (D. reflexa), tricolor (D. marginata), dan D. sanderiana atau bambu hoki (bambu rezeki).

Dracaena mudah dibiakkan dengan stek batang. Ia termasuk tanaman bandel. Bisa ditanam di dalam maupun di luar ruangan. Banyak yang percaya, apabila disimpan di sudut ruangan rangkaian D. sanderiana atau bambu rezeki tak hanya elok dipandang, tapi juga bisa mengubah keberuntungan. Ia bahkan direkomendasikan oleh master fengsui dan praktisi yang ingin memodifikasi ruangan agar terasa nyaman dan berenergi.

Tanaman ini tahan terhadap cahaya, tetapi apabila disimpan di ruangan terbuka jangan sampai terkena langsung sinar matahari. Dracaena bisa bertahan pada temperatur minimal 16 derajat Celcius dengan pemberian air hanya 2 kali dalam sebulan.

5. Sukulen dan kaktus
Ada banyak lusinan varietas sukulen dan kaktus yang dijual di toko tanaman hias. Secara umum, sukulen adalah tanaman gurun dengan daun tebal yang menyimpan air. Istilah sukulen diberikan bagi sekelompok tanaman dengan karakteristik salah satu atau lebih bagian tubuhnya dapat menyimpan air. Karakteristik semacam ini dimiliki juga oleh kaktus. Oleh karena itu, semua jenis kaktus adalah juga sukulen, tapi tidak semua sukulen adalah kaktus.

Umumnya, sukulen dan kaktus hidup di daerah yang sangat kering dan jarang hujan. Dengan kemampuannya mengikat air tersebut maka tanaman-tanaman ini bisa hidup walaupun lama tidak turun hujan.

Baik succulent maupun kaktus tumbuh dengan lambat. Untuk perawatan terbaik, tempatkan jenis tanaman ini pada area yang tak terkena hujan tetapi cukup mendapat sinar matahari. Untuk tanaman dalam ruangan, bawa tanaman secara berkala 4 – 5 Hari sekali keluar untuk mendapatkan sinar matahari selama 1 hari.

6. Bromeliad
Bromeliad atau bromelia adalah salah satu kelompok tanaman hias tropis fenomenal dengan keragaman jenis yang mencapai sekitar 3.000 spesies. Penampilan bromeliad sangat memukau dan sangat menjanjikan. Daunnya roset dan kompak, ada juga yang pipih mirip kawat, corak dan pola daunnya memiliki lebih dari 200 kombinasi, sosoknya mulai yang mini hingga raksasa, jenis yang berbunga menghasilkan warna-warna cerah dan gampang dirawat.

Anggota keluarga bromeliad yang terkenal antara lain : guzmania, neoregelia, vriesea, tillandsia, cryptanthus, aechmea, dan nidularium. Merawat Bromelia terbilang gampang. Media tanamnya pun bisa apa saja, seperti sabut kelapa atau cacahan pakis. Ada jenis Bromelia yang tumbuh bagus di media pakis. Bahkan, pertumbuhanya lebih baik dibanding jika ditanam langsung di tanah. Kendati demikian, sebaiknya Bromelia tidak ditanam langung di tanah, karena tanaman ini aslinya merupakan tanaman epifit yang biasa hidup menumpang di batang-batang pohon di dalam hutan.

AC

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.